Total Tayangan Halaman

Sabtu, 16 April 2011

Cara Nge-Ghost Pc via Norton Ghost

Cara ngeGHOST :

1. Instal program yang akan dijalankan pada hardisk A disebut aja sebagai MASTER dan hardisk B atau yang lainnya buat di ghots dari komputer A. Disebut aja sebagai komputer atau hardisk SLAVE
2. Siapkan software buat ngeghost di dalam flash disk/CD. contoh software buat ghost : Norton Ghost 11.5, Symantec/Powerquest Disk Image, Roxio GoBack, Windows System Restore, dll. Saya akan ngeghost menggunakan Norton Ghost 11.5
3. pasang ke 2 hardisk contoh : A dan B dan flash disk/CD yang sudah ada software Norton Ghost 11.5 / software lainnya di 1 komputer/PC lalu nyalakan PC masuk ke BIOS tekan DEL / F1 cek apakah 2 terbaca/terdetek oleh PC, lalu masuk ke bagian Boot Sequence/Urutan Booting setting boot devicenya , lalu save atau F10 ENTER.
4. lalu akan booting ulang dan masuk ke menu Norton Ghost 11.5 pilih Hiren’s Boot Flashdisk USB jika menggunakan flsh disk atau Hiren’s Boot CD jika menggunakan CD.
5. pada menu Booting hiren's pilih "start boot CD"
6. pada menu utama hiren's pilih [2] Backup Tool, [2] Norton Ghost 11.5, [8] Ghost (normal). tunggu beberapa saat hingga program Norton Ghost bejalan. klik [ok]
7. pilih Local -> Disk -> To Disk
8. pilih hardisk master yang akan di ghost
9. pilih hardisk slave yang akan di ghost dari hardisk master
10. lalu tekan Alt -> O -> Y
11. tunggu sampai selesai ngeghost
12. setelah selesai atau sudah 100% pilih continue
13. tinggal lihat hasilnya


Kloning komputer
Kloning mungkin masyarakat awam mengartikannya adalah suatu cara atau sistem untuk mencipta atau membuat sesuatu benda menjadi sama dengan yang aslinya dengan cara mengambil salah satu bagian tertentu dari benda yang aslinya, Kloning komputer merupakan suatu solusi atau cara installasi Microsoft Windows ke beberapa komputer dengan cepat dan lebih mudah dari pada kita harus menginstall ulang di setiap komputer satu persatu, karena yang di install Microsoft windows XP Profesional Service Pack 2 dan beberapa perangkat lunak yang lain hanya satu komputer saja, dan yang lainnya akan terisi sama dengan satu komputer tersebut, tetapi untuk proses cloning computer ini, speksifikasi dari semua komputer tersebut harus sama, mulai dari type dan brand mainboardnya sampai landcardnya harus sama.
Pengenalan Kloning komputer
Kloning komputer sampai saat ini masih jarang sekali dipakai oleh perusahaan yang didalamnya terdapat suatu jaringan komputer. Kloning komputer menggunakan suatu perangkat lunak yaitu Symantec Norton Ghost, saat ini Symantec Norton Ghost banyak sekali tipenya mulai dari Norton Ghost V 7 yang cara pengoperasiannya masih menggunakan layar DOS sampai versi 2003 yang pengopersaiannya atau create imagenya sudah menggunakan metode windows tanpa melalui DOS. Kegunaan atau fungsi dari Kloning komputer ini adalah selain lebih menghemat waktu saat kita mengistallasi suatu microsoft windows ke dalam beberapa komputer. Dengan menggunakan metode atau cara kloning komputer ini dapat dikatakan lebih cepat dan menghemat waktu, karena saat kita ingin mengistallasi satu Windows kedalam satu komputer saja dengan cara mengistallnya secara manual atau mengistal satu komputer dengan cd instaler Windows akan memerlukan waktu beberapa jam lamanya, ini masih belum mengistall beberapa perangkat lunak yang sangat dibutuhkan oleh beberapa komputer di suatu perusahaan.
Sedangkan jika suatu jaringan komputer di satu perusahaan menggunakan metode atau cara kloning komputer ini hanya sekali saja mengistall Windows secara manual atau dengan menggunakan cd instalernya Windows dan perangkat lunak pendukung yang lain kedalam satu komputer dan setelah itu komputer tersebut di kloningkan ke beberapa komputer yang tentunya mempunyai spesifikasi yang sama. Selain itu jika satu komputer terkena Virus komputer yang mengharuskan satu komputer tersebut harus di install ulang Windowsnya supaya virus komputer tersebut bisa hilang dari komputer, tidak perlu memerlukan banyak waktu atau bersusah payah untuk mengistall Windows dan beberapa perangkat lunak pendukung yang diperlukan oleh suatu perusahaan dan beberapa driver dari komputer tersebut, cukup dengan menarik suatu image yang telah di buat dan mengkloningkannya ke komputer yang terkena virus komputer tersebut dengan software Norton Ghost tersebut sehingga perusahaan maupun lembaga pendidikan dan instansi pemerintahan tidak perlu memerlukan banyak waktu saat mengistall suatu windows cukup dengan beberapa menit saja.
Kelebihan Kloning Komputer
Kelebihan-kelebihan dari kloning komputer antara lain adalah sebagai berikut ini:
Cepat, lebih praktis menghemat waktu karena dapat menginstall windows ke beberapa komputer hanya dengan hitungan menit saja.
Lebih mudah dalam melakukan maintenance atau perawatan computer yang terhubung dengan jaringan, dan lebih menghemat waktu.
Tangguh dalam masalah jaringan karena jika satu komputer terkena virus komputer cukup di instal ulang windows dengan kloning melalui jaringan ini.
Kekurangan Kloning komputer
Kekurangan dari Kloning komputer hampir tidak ada, hanya saja untuk menjalankan proses kloning komputer ini kita membutuhkan beberapa komputer yang terhubung dengan suatu jaringan komputer dan mempunyai spesifikasi yang sama persis semua karena jika tidak sama semua maka proses kloning komputer ini tidak akan berjalan.
Norton Ghost V 7.5 Enterprise Edition
Norton Ghost V 7.5 Enterprise Edition adalah salah satu tipe product dari symantec Norton Ghost yang berfungsi sebagai mengkloningkan windows. Norton Ghost V 7.5 Enterprise Edition beroperasi menggunakan under DOS dan membutuhkan 1 komputer model yang bertugas untuk menjadi “image” atau cetakan windows beserta perangkat lunak yang lainnya yang dibutuhkan, 1 buah komputer server yang berfungsi untuk menarik “image” pada komputer model dan melempar “image” yang sudah di tarik dari komputer model ke beberapa komputer klien dan beberapa komputer klien. 
Gejala Kesalahan saat POST
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau  kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST  disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
1)    Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a)           Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b)           Secara otomatis dilakukan reset terhadap  kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c)            Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d)           Pengecekkan terhadap CMOS,  CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e)           Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f)             Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g)           Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
2)    Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
CPU dan Monitor mati, tidak ada beep
1.      Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
2.      Power supply
2
CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep
1.      Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
2.      Monitor
3
CPU hidup, Monitor Mati, ada  beep
Disesuaikan dengan beep
Prosedur test  POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit  power supply dan monitor bekerja dengan baik.  Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Kode Beep AWARD BIOS
No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
1   beep pendek
PC dalam keadaan baik
2
1   beep panjang
Problem di memori
3
1 beep panjang 2 beep pendek
Kerusakan di modul DRAM parity
4
1 beep panjang 3 beep pendek
Kerusakan di bagian VGA.
5
Beep terus menerus
Kerusakan di modul memori atau memori video

Kode Beep AMI BIOS
No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
2
2 beep pendek
Sirkuit  gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
3
3 beep pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
4
4 beep pendek
Timer pada sistem gagal bekerja
5
5 beep pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
6
6 beep pendek
Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7
7 beep pendek
Video Mode error
8
8 beep pendek
Tes memori VGA gagal
9
9 beep pendek
Checksum error ROM BIOS bermasalah
10
10 beep pendek
CMOS shutdown read/write mengalami errror
11
11 beep pendek
Chache memori error
12
1 beep panjang 3 beep pendek
Conventional/Extended memori rusak
13
1 beep panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal

Kode Beep IBM BIOS
No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
Tidak ada beep
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2
1 beep pendek
Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3
beep terus menerus
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4
Beep pendek berulang-ulang
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
5
1 beep panjang 1 beep pendek
Masalah Motherboard
6
1 beep panjang 2 beep pendek
Masalah bagian VGA Card (mono)
7
1 beep panjang 3 beep pendek
Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8
3 beep panjang
Keyboard error
9
1 beep, blank monitor
VGA card sirkuit

Pada PC tertentu  menggunakan tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara.
Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang  dapat dilaksanakan apabila  VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:
Keyboard error                   untuk  masalah pada keyboard
CMOS error                         cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install                  harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.

3)    Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi  Pesan/Peringatan Kesalahan melalui POST (Power on Self-Test)
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan melalui POST para peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST  yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan diketahui banyak komponen, kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.
Kesimpulan
1)     Mengenal dan mengidentifikasi masalah di PC dapat dilakukan dengan mengamati dan memahami gejala-gejala yang ditimbulkan.
2)     Setiap PC dilengkapi dengan POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC.
3)     POST dilakukan oleh BIOS pada saat PC mulai booting, dan hasil POST ditunjukkan oleh kinerja, tampilan visual di monitor  dan kode beep dari speaker PC